Pertanyaan-pertanyaan bengis
Jadi kenapa pertanyaan retoris itu kejam? Ya jelas kejam, lha wong situ udah tau jawabannya kok ya masih nanya? Kejam tho? Lha tujuannya apa melontarkan pertanyaan retoris? Pengen dapet klarifikasi? Atau nyindir? Atau apa?
Pertanyaan gak penting. Ini adalah bengisnya bengis. Kayaknya pas tuh kalau dikasih titel Bengis Khan. Contoh-contoh pertanyaan gak penting;
- Kok lo pendiem sih?
- Kok lo belum nikah sih?
- Kok belum nambah momongan lagi?
- Dan kok lo, kok lo lainnya lah..
Nah, untuk meredam kebengisan pertanyaan-pertanyaan kayak gitu, mending kita jawab dengan jawaban yang bikin jengkel juga. Soalnya kalau dijawab serius, nanti malah jadi curhat dan ndremimil gak karuan. Ndremimil itu ngoceh berkepanjangan.
Beberapa contoh jawaban yang mayan bisa bikin jengkel;
- Tau nih, sejak SMP gue emang pendiem. Saking diemnya, gue pas SMP gak pernah pacaran. Makanya sekarang gue macarin anak SMP. Biar tau aja rasanya pacaran jaman SMP kayak apa.
- Pengen sih gue cepet nikah, tapi Asmiranda (yang artis itu) belum boleh nikah sama orangtuanya. Gimana dong?
- Ini gue lagi nyari momongan, kalau bisa cewek yang manis umur 17. Sayangnya bini gue belum setuju.
Gimana? Sudah cukup tercerahkan setelah baca postingan ini? Atau malah nyesel karena isinya gak penting? Lhaa yang nyuruh baca dengan serius tuh ya siapa tho?
-
Archives
- January 2009 (1)
- November 2008 (1)
- October 2008 (7)
- September 2008 (1)
- August 2008 (1)
- July 2008 (1)
-
Categories
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS